Sejak saya kecil, saya memiliki angan-angan untuk pergi ke luar negeri, entah dalam rangka berlibur, belajar, maupun bekerja. Ketertarikan saya terhadap berbagai hal baru membuat saya selalu ingin mencoba pengalaman yang belum saya dapatkan di negeri sendiri. Terlebih, orang di sekitar saya menganggap bahwa saya orang yang easy-going dan cepat beradaptasi terhadap hal-hal baru. Kebiasaan ditinggal bekerja oleh orang tua saya sejak kecil membuat saya menjadi mandiri dan banyak belajar dari lingkungan sekitar dibanding teman-teman seusia saya pada waktu itu. Akhirnya hal tersebut membuat saya cepat menyerap pengetahuan baru yang saya dapatkan.
Saya pernah mengikuti seleksi pertukaran pelajar ke Amerika Serikat dua tahun lalu, namun saya gagal di tahap kedua. Saya semakin termotivasi untuk terus mencari dan meng-apply apabila ada program pertukaran pelajar maupun beasiswa ke luar negeri yang baru. Setahun terakhir ini pula saya sudah tiga kali mendaftar berbagai beasiswa ke luar negeri. Namun dua diantara lamaran saya ditolak. Kemudian, seorang teman saya memberitahu bahwa ada program pertukaran pelajar ke Malaysia selama beberapa hari. Keinginan saya menjadi semakin kuat saat salah satu cita-cita saya harus ditunda selama dua tahun. Meskipun hanya berlangsung selama beberapa hari, saya yakin bahwa seandainya saya terpilih pengalaman ini akan lebih berharga dibanding setahun berada di Indonesia.
Sejak pengalaman kegagalan saya dalam proses seleksi tersebut, saya bertambah sering mencari informasi-informasi baru mengenai beasiswa ke luar negeri baik fellowship, scholarship, maupun exchange. Namun, kebanyakan mencari lulusan SMA, sedangkan saya baru lulus tahun ini. Karena kebiasaan saya mencari informasi tentang study abroad, saya menjadi semacam 'bank data' yang sering ditanyai oleh teman-teman saya mengenai peluang belajar di luar negeri. Sementara untuk informasi mengenai JISEC saya dapat agak terlambat. Saya agak menyesali bahwa informasi ini justru saya dapatkan saat saya sudah di akhir kelas tiga. Teman saya yang justru menyuruh saya secepatnya mendaftar karena kami sama-sama memiliki obsesi ke luar negeri dengan usaha sendiri. Resmilah saya mencari info tentang beasiswa dari JISEC tahun ini.
Secara pribadi saya percaya bahwa saya layak untuk mendapat beasiswa dari JISEC tahun ini. Saya memiliki motivasi kuat untuk mengikuti program ini. Juga sebagai orang yang adaptif, akan mudah bagi saya untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar juga bersosialisasi dengan teman-teman baru. Selain itu, lingkungan sekitar saya, terutama kedua orang tua saya benar-benar mendukung penuh selama proses seleksi maupun pelaksanaan program kelak. Meskipun saya dituntut mandiri selama proses mengikuti JISEC, namun mereka sudah memberi restu. Secara mental dan fisik saya sudah siap untuk mengikuti rangkaian kegiatan dari JISEC pada tahun ini. Sekali lagi saya akan memperjuangkan peluang saya untuk pergi keluar negeri pada tahun ini.
No comments:
Post a Comment